Menyimpan Koleksi Perupa Ternama Indonesia

potret diri

Pengunjung Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta disuguhi karya perupa ternama Indonesia seperti Raden Saleh, Dullah, S, Sudjojono dan Affandi

Bangunan Museum Seni Rupa dan Keramik nampak gagah dan megah dengan pilar-pilar yang berdiri kokoh. Sekilas bangunan ini lebih mirip gedung pemerintahan daripada museum. Anggapan itu ada benarnya. Gedung yang dibangun pada tahun 1870 ini dulunya berfungsi sebagai Lembaga Peradilan Tinggi Belanda dan pernah menjadi Kantor Walikota Jakarta Barat pada tahun 1967.

Museum ini merupakan surga bagi pecinta seni, terutama seni rupa. Pasalnya, bangunan dua lantai ini menyimpan lebih dari 400 karya seni rupa mulai dari lukisan, batik lukis, grafis, patung hingga totem kayu. Bahkan banyak di antaranya yang merupakan karya yang tinggi nilainya bagi sejarah seni rupa nasional. Karya lukis yang terkenal di antaranya ’’Pengantin Revolusi’’ karya Hendra Gunawan, ’’Ibu Menyusui’’ milik Dullah, ’’Seiko’’ karya S. Sudjojono, ’’Pertempuran Melawan Singa’’ dan ’’Bupati Cianjur’’ karya Raden Saleh dan ’’Potret Diri’’ yang melambungkan nama Affandi.

raden saleh-gunung meletus

dullah-ibu menyusuiSelain lukisan-lukisan beraliran naturalis, romantisme dan impressionisme, ruang pameran menyuguhkan karya surealisme, dadaisme dan aliran abstrak. Sementara koleksi tiga dimensi berupa patung dan totem. Karya klasik tradisional dari Bali dibuat perupa I Wayan Tjokot. Sedangkan karya modern dibuat para seniman seperti G. Sidharta, Oesman Effendi, Popo Iskandar, Amri Yahya, Barli dan Amang Rahman.

Koleksi keramik di museum ini juga cukup banyak, meliputi keramik lokal dan mancanegara. Buatan lokal di antaranya berasal dari Malang, Purwakarta, Lampung, Aceh, Medan, Palembang, Bali, Lombok, Temanggung dan Bandung. Yang membanggakan, museum ini juga menyimpan keramik dari Majapahit pada abad ke-14. Sedangkan keramik mancanegara yang menjadi koleksi museum ini berasal dari Thailand, Tiongkok (Dinasti Ming dan Ching), Jepang, Vietnam dan Eropa.

Dibandingkan Museum Gajah alias Museum Nasional Jakarta, koleksi keramik Museum Seni Rupa dan Keramik kalah jauh. Koleksi keramik Museum Gajah dari Tiongkok jauh lebih banyak. Mungkin suatu saat koleksi keramik di Museum Gajah disatukan dengan koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik.

keramik thailand

Selain memajang koleksi seni rupa dan keramik, museum ini juga memiliki perpustakaan yang terdiri dari buku-buku seni rupa dan keramik, toko cinderamata dan studio tempat berlatih membuat gerabah.

vitrinNah, untuk menuju museum ini tidak sulit. Ia berada di seberang Museum Sejarah Jakarta atau Kompleks Taman Fatahillah. Bila naik busway menuju Stasiun Kota, pengunjung hanya perlu berjalan sekitar 7-10 menit. Tiket masuknya juga murah. Setiap pengunjung dipungut Rp 2 ribu Rp 600 dan Rp 1 ribu masing-masing bagi pelajar dan mahasiswa. Jadi selain berlibur hemat, wawasan juga bertambah.

About these ads

~ oleh dewipuspasari pada Juli 13, 2009.

2 Tanggapan to “Menyimpan Koleksi Perupa Ternama Indonesia”

  1. menambah penegtahuan…trims juragan… bisa mampir ke rumah kami http://www.situsguru.wordpress.comp

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: