Menelusuri Sisa-sisa Kejayaan Kerajaan Kutai Kertanegara

Lembu Swana

Sejarah Kalimantan Timur tidak lepas dari pengaruh Kerajaan Kutai Kertanegara. Kerajaan Hindu yang berdiri abad 4 Masehi silam ini juga dianggap kerajaan pertama Bangsa Indonesia yang meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti di Muara Kanan

— 

Memasuki kawasan Museum Mulawarman kita akan disambut bangunan megah yang dihiasi dua buah meriam kuno. Sebelum memasuki kawasan museum, pengunjung harus membayar tiket Rp 2.500 per kepala. Sedangkan bagi yang membawa kamera dikenakan biaya tambahan per kamera.  

Tiap harinya kawasan ini tidak pernah sepi dari pengunjung mulai dari pelajar sekolah dasar hingga rombongan keluarga. Sebab, selain wisata sejarah kawasan ini menjadi salah satu pusat penjualan suvenir dan jajanan khas Kaltim.  Kutai Kertanegara1Kutai Kertanegara1 

Bila pengunjung datang berombongan dan menginginkan narasi yang lengkap tentang riwayat Kerajaan Kutai Kertanegara, pihak museum akan menyediakan petugas yang siap mengajak berkeliling kompleks museum. Setelah melewati pintu depan, pengunjung disuguhi pemandangan singgasana dan arca Lembu Swana yang menjadi lambang Kerajaan Kutai Kertanegara. Singgasana Kerajaan Kutai Kertanegara ini diciptakan Mr. Van Der Lube dari Belanda pada tahun 1935. Sedangkan Lembu Swana dibuat di Birma tahun 1855 dengan bahan dari perunggu kepal. 

Usai menyaksikan singgasana dan lambang kerajaan, pengunjung diajak menikmati koleksi replika perhiasan emas kuno. Koleksi perhiasan museum ini di antaranya kalung uncal (India, ‘unchele’ artinya rusa) yang terbuat dari emas 18 karat dengan berat 170 gram, mahkota peninggalan kesultanan pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman, kalung wisnu dan selempang dengan berat 960 gram. 

Di ruangan lainnya tertata perlengkapan upacara mendirikan ayu sebagai salah satu bagian dari upacara erau, perkakas lengkap gamelan, senjata, seperangkat mebel kuno, koleksi uang dan medali kuno (etnografi), alat tenun tradisional dan contoh tenunan Kaum Dayak dari serat tanaman, serta arca-arca peninggalan Kerajaan Kutai Kertanegara. 

Luas bangunan utama ini mencapai 3,5 ha. Keseluruhan kompleks museum ini dibangun tahun 1935 dan milik pewaris tahta Kerajaan Kutai. Setelah berakhirnya masa kerajaan dan beralih ke Republik RI, si pewaris menyerahkan ke Pemda setempat untuk pariwisata. Pemda merenovasi bangunan ini dan museum diresmikan pada tanggal 25 November 1971.

Sayang luasnya area museum belum didukung sistem pendingin ruangan yang memadai. Akibatnya pengunjung merasa gerah selama berkeliling ke ruang-ruang pameran.  [dimuat di Media TASPEN 81/2007]KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Kutai Kertanegara1

~ oleh dewipuspasari di/pada Februari 15, 2008.

5 Tanggapan to “Menelusuri Sisa-sisa Kejayaan Kerajaan Kutai Kertanegara”

  1. hai leh kenaaan gak?

  2. aku pengen bangat jalan2 ke kutai…

  3. Makasih atas infonya..??
    saya sangat terbantu…
    salam kenal..
    Napi Blog’s

  4. ap pnyebab runtuh nya krjaan kutai ..?

Tinggalkan Balasan